Welcome !

Hello ! Welcome to my Blog :) . .

Minggu, 09 Oktober 2016

Overhead Transparancy

2.1  Dasar pengertian OHP dan OHT
Overhead projector (OHP) adalah salah satu alat yang di gunakan untuk memproduksi atau pemproyeksikan gambar atau visual yang ada di dalam transparasi. Caranya adalah dengan meletakan transparasi di atas permukaan kaca yang apabila lampu OHP dinyalakan maka transparasi tersebut akan terproyeksikan. Kemampuan lensa yang ada di dalam OHP
memungkinkan pantulan atau tulisan menjadi lebih besar dari aslinya dan tampilan dengan cahaya yang cemerlang. OHP juga dapat di gunakan untuk menjelaskan  suatu materi pelajaran tanpa harus menggunakan plastik transparasi. Benda tidak tembus pkitang seperti kertas akan tampak banyangan hitam atau siluet ketika di proyeksikan. Cara ini bisa digunakan ketika guru matematika mengajar berbagai bentuk segitiga, trapesium,  segi empat dan sebagainya.
OHP memang di rancang khusus untuk suatu kelas atau rungan tertutup. Oleh karena itu pengguna OHP akan efektif bila memenuhi persyaratan tertentu.  Jumlah siswa biasanya tidak lebih dari lima puluh orang kecuali jika pembesaran proyeksi memungkinkan siswa yang duduk paling belakang mampu membacanya.
Dalam menggunakan OHP gangguan sinar atau cahaya dari luar ruangan harus di kendalikan. Jika tidak maka proyeksi di layar akan kuning jernih dan tidak tajam. Lampu ruangan pun sebaiknya tidak terlalu terang agar proyeksi tidak terganggu oleh cahaya lampu tersebut. Pengaturan tempat duduk dan desain transparasi juga turut berperan dalam mengekfektifkan  pesan yang di sampaikan. Perangkat OHP berbentuk empat persegi panjang dengan bermacam-macam ukuran, berikut bagian – bagian dari OHP
1)      Lampu
Lampu pada OHP digunakan untuk menyoroti bagian atas permukaan kaca.  Overhead Projector sebetulnya menggunakan sistem proyeksi secara tidak langsung (indirect projection system). Secara sederhana  dapat diartikan bahwa sinar lampu tidak berjalan lurus dari bola lampu ke layar melainkan diarahkan dahulu ke cermin-cermin sebelum mencapai layar. Lampu adalah sumber cahaya yang kemudian diarahkan oleh cermin A sehingga memancar ke atas melaui permukaan kaca atas overhead.
2)      Lensa
Lensa pada Overhead Projector berguna untuk memusatkan cahaya yang memancar dari lampu ke arah kepala proyeksi.
3)      Kaca
Kaca pada overhead Projector berguna untuk memantulkan sinar ke arah layar.
4)      Kipas angin
Kipas angin berguna untuk mendinginkan overhead projector.
5)      Tombol switch
Tombol switch pada overhead projector berguna untk menghidupkan dan mematikan lampu dan kipas.
6)      Projection Stage
Projection stage pada overhead projector berguna sebagai permukaan untuk tempat meletakkan transparansi atau benda lain yang akan diproyeksikan. Selanjutnya gambar yang diproyeksikan berjalan ke atas menuju  kepala proyektor dan sekali lagi diarahkan oleh cermin B sehingga gambar menujuke layar.
OHT atau transparansi merupakan lembaran plastik bening yang penyajiannya harus menyatu dengan OHP itu sendiri. Transparansi adalah tempat untuk menulis materi atau gambar yang akan diajarkan atau disampaikan kepada siswa. Transparansi yang terbuat dari lembaran bahan plastik tersebut bersifat tembus pkitang (transparan) atau tembus cahaya yang memiliki ukuran stkitar dengan rasio panjang dan lebar berbanding 4 : 5 . Pada umumnya plastik transparansi berukuran kuarto atau format baku 18 x 22 cm. Berikut akan dijelaskan mengenai macam – macam transparansi, yaitu :
1)      Menurut Proses Pembuatannya
Menurut proses pembuatannya transparansi dibedakan, sebagai berikut :

a)      Write On Film
Jenis transparansi ini yaitu lembaran transparansi tunggal bening yang berukuran 215 x 266 atau 297 mm. Dengan ketebalan kurang lebih 0,1 mm, transparansi ini tidak mudah robek. Pada transparansi jenis ini dapat dituliskan secara langsung pada lembarannya.
b)      Transparansi Thermal
Jenis plastik transparansi thermal disebut juga dengan transparansi film infrared. Dengan plastik jenis ini kita dapat memindahkan isi pesan dari sumber mana pun yang mengandung karbon di atas selembar transparansi infrared tersebut yang masih kosong dengan menggunakan alat yang disebut dengan  transparency make, thermal copier atau mesin fotokopi. Untuk menghindari pemborosan, sumber bahan harus betul-betul mengandung karbon atau lebih baik di fotokopy terlebih dahulu sebelum diproses ke dalam bentuk transparansi. Beberapa jenis transparansi ini di antaranya:
a.       Film transparansi yang menghasilkan gambar hitam pada latar belakang bening
b.      Film transparansi yang menghasilkan gambar hitam pada latar belakang biru dan kuning
c.       Film transparansi yang menghasilkan gambar merah , hijau , biru dan ungu pada latar belakang bening.
c)      PPC Film
Transparansi yang sering disebut dengan PPC film atau foto film adalah transparansi yang bisa menghasilkan gambar dari proses “erographic” yaitu proses dengan menggunakan mesin fotokopi yang menghasilkan gambar hitam dengan latar belakang bening. Disamping itu, masih ada sejenis transparansi yang dapat memvariasikan transparansi,  yaitu highlight film, berupa lembaran tunggal warna biru yang jika ditulis dengan pen khusus akan menghasilkan tulisan berwarna kuning.
2)      Menurut bentuknya
Menurut bentuknya transparansi dibedakan, sebagai berikut :
a)      Transparansi Biasa Atau Sederhana
Transparansi ini terdiri dari 1 lembar transparansi untuk menyampaikan informasi sederhana yang diperlihatkan sekaligus.
b)      Transparansi Roll
OHP model tertentu menyediakan tempat penggulung transparansi di sisi depan OHP tersebut. Transparansi ini memiliki panjang kurang lebih 15 m dan dengan lebar 26 cm. Gulungan transparansi ini dapat digunakan untuk memproyeksi informasi yang ditulis dengan tangan. Keuntungan bentuk ini adalah kita dapat menulis terus-menerus di atasnya tanpa harus menganti-ganti selembar demi selembar. Apabila gulungan plastik tersebut sudah penuh dengan tulisan atau gambar sedangkan kita masih ingin menggunakannya kembali, maka dapat dihapus dengan menggunakan kain lap bersih.

2.2  Kelebihan dan Kelemahan Media OHP
Overhead projector merupakan salah satu media yang sangat mudah dioperasikan oleh setiap orang. Hanya dengan menekan tombol on atau off lalu menyesuaikan lensanya agar proyeksinya terfokus pada layar maka OHP telah siap digunakan. OHP juga sangat mudah dibawa ke mana-mana (portabel), dan hanya sedikit memerlukan perawatan. Kita tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memperbaikinya jika ada kerusakan. Cukup membaca pedoman yang dikeluarkan  pabrik pembuat OHP untuk menguasai kelemahannya. Kita juga tidak perlu mengikuti kursus membuat transparansi. Cukup menggunakan teknik menjiplak gambar-gambar , grafik-grafik , chart , atau bentuk-bentuk lain. Yang diperlukan adalah prinsip-prinsip dasar mendesainnya agar transparansi dapat berhasil membawa pesan kepada siswa dengan baik dan benar.
Dibandingkan dengan media lain , OHP memiliki beberapa kelebihan utama yang tidak dimiliki pleh media instruksional lain , di antaranya :
a.      Mudah dioperasikan
Peralatan ini siap setiap waktu karena sangat praktis. Apabila kita  akan melakukan presentasi tidak memerlukan bantuan orang lain dalam mengoperasikan media ini.
b.      Posisi pengajar
Karena OHP dapat ditempatkan di depan ruangan, guru dapat berhadapan dengan siswa pada waktu mengajar. Dengan cara ini kita sebagai pengajar  lebih leluasa mengontrol siswa . Di samping itu kita juga dapat menyesuaikan tingkat pengajaran kita sendiri menurut kondisi kelas atau ruangan.
c.       Tidak perlu mengubah cahaya lampu
Tidak seperti alat proyeksi lainnya, OHP dapat digunakan dalam kelas yang memiliki cahaya lampu normal. Hal ini memungkinkan kita dapat memelihara kontak mata dengan siswa selama mengajar. Oleh karena itu, pada umumnya OHP dapat digunakan dalam ruang kelas, aula, gedung pertemuan atau laboratorium mana pun. Dengan demikian siswa dapat mencatat penjelasan–penjelasan kita pada waktu pengajaran berlangsung karena lampu ruangan tidak perlu dipadamkan atau diredupkan.
c.       Hemat waktu
Mempersiapkan chart atau diagram yang rumit sebelum masuk kelas akan dapat menghemat waktu belajar kita. Artinya, kita bisa lebih banyak memberikan input,  diskusi atau tanya jawab dengan siswa dengan bahan transparansi yang telah dikerjakan sebelumnya.
d.      Memilih efek – efek dinamis
Presentasi yang menarik, penuh warna, dan dramatis.
e.       Produksi visual           
Kita sendiri dapat membuat visualisasi dengan bahan–bahan sederhana dan dengan waktu dan usaha minimal jika dibandingkan dengan media lainnya.



f.        Dapat digunakan kembali
Transparansi yang pernah kita gunakan di suatu kelas dapat digunakan kembali di kelas lain atau dalam kesempatan lain tanpa harus repot–repot membuatnya kembali.
g.      Mudah disimpan
Penyimpanan perangkat keras maupun perangkat lunak dari teknologi OHP ini sangat mudah dilakukan. Setelah kita menekan tombol off-nya, kita tinggal menggulung kabelnya lalu kita tinggal menutupnya dengan kain atau plastik penutupnya dan OHP sudah aman sari gangguan debu dan gangguan aliran listrik. Demikian pula dengan penyimpanan transparansinya sangat mudah dilakukan, cukup dengan map atau folder, transparansi dapat disimpan dengan aman asalkan antara satu transparansi dengan transparansi lainnya diberi kertas untuk menjaga agar satu sama lain tidak menempel.
h.      Kemampuan memproyeksikan benda nyata
Benda nyata yang transparan seperti penggaris plastik yang transparan dapat diproyeksikan. Sedangkan benda nyata yang tidak transparan dapat dilihat sebagai bayangan dari benda tersebut (siluet).
i.        Kemampuannya menggantikan papan tulis
Dengan menempatkan selembar transparansi atau gulungan plastik bening di atas permukaan kacanya, OHP dapat digunakan mirip dengan sebuah papan tulis. Sebagai pengganti fungsi kapur tulis di atas papan tulis, kita dapat menulis di atas plastik tersebut dengan sebuah alat tulis khusus yang disebut special felt-tip atau alat tulis yang biasa disebut spidol. Kita cukup menulis dengan ukuran huruf yang lebih kecil jika dibandingkan dengan menulis di papan tulis sebab OHP akan memperbesar tulisan kita sehingga para siswa dapat melihat dan membaca pada jarak tertentu.
j.        Bebas polusi
Penggunaan papan tulis yang menggunakan kapur tulis kerap kali membuat penggunanya merasa sesak napas. Di samping itu, kapur tulis juga dapat mengotori tangan. Jika kita menggunakan OHP maka kendala tersebut dapat diatasi.
k.       Meningkatkan daya ingat
Dengan desain dan tata warna menarik akan membuat pesan yang disampaikan lebih mudah diingat dan dapat meningkatkan daya tangkap siswa.
l.        Mudah diperbanyak
Transparansi yang telah ditayangkan dan mungkin diperlukan oleh siswa dengan mudah transaparnsi tersebut digkitakan (fotocopy) di atas kertas dengan jumlah sesuai kebutuhan.
Selain mempunyai beberapa kelebihan, media OHP tidak lepas dari kekurangan atau kelemahannya. Seperti medium lainnya, kelemahan OHP tersebut adalah tidak bisa dipakai dalam suatu kondisi atau keadaan tertentu. Misalnya saja, OHP memerlukan tenaga listrik sebagai penggerak kipas angin dan penghidup bola lampuya. Di samping itu, teknologi OHP hampir dikatakan selalu tergantung kepada plastik bening. Kelemahan lainnya adalah bahwa OHP tidak dapat memproyeksikan tulisan atau gambar langsung dari buku, majalah–majalah dan sebagainya. Sebelum diproyeksikan bahan–bahan tersebut harus direproduksi di atas sebuah transparansi.

2.3  Prinsip – Prinsip Dasar Merancang Transparansi
Setiap pengajar dituntut mampu merancang dan membuat sendiri transparansi sesuai dengan sasaran dan kebutuhan. Sebagaimana halnya dengan media visual lainnya, OHT juga harus dirancang sesuai dengan prinsip–prinsip visual agar visual yang disajikan dapat lebih komunikatif.
Masalah yang dihadapi para pengajar adalah kemudahan siswa melihat dan membacanya serta mengerti isi pesan yang disampaikan. Kita pasti pernah melihat satu lembar transparansi dijejali oleh data, grafis atau gambar sehingga sulit untuk dibaca atau dimengerti siswa. Bahkan sering seorang pengajar mengisi penuh transparansinya dengan tulisan yang proyeksinya tidak jelas dan bahkan sulit dibaca dari jarak dekat sekali pun. Banyak juga pengajar yang tidak menyadari kekurangan atau keburukan rancangannya. Bahkan mungkin kita sering melihat para pengajar hanya memindahkan bahan – bahan dari media cetak seperti buku, koran, majalah dan sebagainya ke transparansi yang akan dipertunjukkan ke siswanya. Para pengajar kurang menyadari bahwa bahan – bahan cetak tersebut dirancang untuk dilihat dan dibaca dengan jarak normal orang membaca, yaitu sekitar 30 – 35 cm. Apabila isi dari lembar halaman ini  dipindahkan ke transparansi dan hasilnya diproyeksikan, kita hanya akan dapat membaca seluruh isi pesan pada jarak paling jauh 3cm.
Jika sedang mengajar di ruangan yang memilki panjang 10 meter, maka siswa yang duduk di belakang tidak dapat membacanya walaupun mereka memiliki ketajaman mata yang normal. Oleh karena itu, isi pesan transparansi tersebut harus memiliki ukuran – ukuran minimum tertentu yang dapat dibaca oleh mereka, seperti huruf, simbol, garis, atau bentuk – bentuk atau gambar – gambar lain. Rumusan umum agar isi pesan transparansi dapat dibaca dengan mudah oleh semua siswa di suatu kelas terdiri dari 3 faktor, yaitu
1)      Ukuran kelas atau ruangan
2)      Ukuran layar
3)      Jumlah pesan, visual atau informasi yang akan dituangkan ke dalam transparansi.
A.    Merancang Visual Transparansi
Transparansi sebagai suatu usaha visualisasi ide terdiri dari kombinasi antara dua bentuk, yaitu fotografi dan grafis. Fotografi memberikan ilustrasi melalui gambar yang mewakili realita subjek atau situasi yang sebenarnya. Sedangkan grafis adalah representasi dari sebuah subjek yang bersifat simbolik dan artistik.namun biasanya di dalam perancangan transparansi, bentuk grafis lebih sering digunakan daripada fotografi.
Keberhasilan dalam merancang transparansi dapat diperkirakn dari kualitas dan efektifitas kita dapat mencapai hal tersebut melalui perencanaan yang hati – hati dan matang, serta menerapkan teknik – teknik khusus dalam menghasilkan suatu produk transparansi. Banyak orang yang sedang berusaha mengembangkan rancangan transparansi tetapi hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak memilki pengetahuan dan latar belakang tentang hal tersebut. Namun demikian mereka dapat melakukannnya dengan bermodalkan semangat dan usaha agar pengajarannya bisa dimengerti oleh siswanya.

B.     Prinsip – Prinsip Dasar Mengembangkan Transparansi
Tujuan utama dari komunikasi visual yang efektif adalah mentransmisikan ide – ide, pesan dan informasi yang terarah. Agar efektivitas itu terjadi sebuah visual harus memberikan ide konsep. Ide- ide tersebut sebaiknya tidak hanya sekedar menggunakan simbol – simbol verbal saja. untuk melakukan hal ini kita perlu membuat perencanaan rancangan agar pesan dapat dimengerti oleh siswa dengan jelas dan tepat. Perencanaan seperti itu sebenarnya tidaklah terlalu sulit dilakukan. Prinsip dasarnya sangat sederhana dan hasil – hasilnya akan selalu bermanfaat :
1)      Tentukan dan tetapkan ide. Pertimbangkan dengan baik pesan – pesan yang ingin disampaikan. Jika mungkin padatkan pesan tersebut menjadi satu ide dasar yang jelas. Pilihlah simbol – simbol visual utama untuk ide tersebut.
2)      Tampilkan suatu kesederhanaan. Setiap visual transparansi harus dibatasi oleh satu konsep atau topik penting saja. untuk setiap topik utama, mungkin ada hubungannya dengan bagian kedua dan seterusnya. Hanya elemen – elemen penting saja yang ditampilkan diatas transparansi. Jangan terlalu banyak mengemukakan informasi atau pesan dalam satu lembar transparansi. Sebaiknya isi pesan yang disampaikan melalui transparansi merupakan kunci pembicaraan ( key points ) atau merupakan kerangka berpikir yang sistematik. Kembangkan OHT dari seluruh materi yang akan disampaikan secara bertahap ( gradual ) sehingga siswa dapat memahaminya dengan mudah. Kita harus dapat membatasi isi masing – masing transparansi. Apabila kita harus menjelaskan konsep yang rumit, gunakan beberapa lembar transparansi. Ingat bahwa apabila terlalu banyak pesan yang dituangkan dalam selembar transparansi maka hal itu tidak hanya akan menyulitkan pendangan siswa tapi juga mungkin dapat merusak dan mengacaukan konsep atau pesan yang kita berikan.
Pertimbangan–pertimbangan dasar lain yang perlu kita ingat dalam membuat tata letak transparansi adalah :
1)      Transparansi belumlah sempurna dan tidak menarik bila tidak diberi warna. Namun ingat, warna juga bisa merusak pesan dan informasi yang disampaikan. Oleh karena itu hindarkanlah penggunaan warna yang berlebihan. Pemakaian warna idealnya maksimum 4 warna untuk satu OHT. Pemakaian warna dalam hal ini bertujuan untuk memperjelas atau memberikan penekanan terhadap pesan atau tertentu.
2)      Kosongkan sekeliling pinggiran transparansi untuk memberi kesan nyaman dan longgar. Hal itu akan meningkatkan perhatian siswa menjadi lebih baik lagi.
3)      Hindari rancangan yang mengutamakan keindahan dan seni tanpa alasan, atau menyimpang dari tujuan instruksional dan informasional. Tampilkan visual dengan menekankan pada organisasi, warna, dan tekstur.
4)      Gunakan visual yang berhubungan dengan judul, subjudul, dan inti pesan.
5)      Berikan suatu penekanan terhadap suatu bagian rancangan dengan maksud agar terlihat adanya titik perhatian dan menambah minat siswa. Melalui penggunaan ukuran, perspektif, warna, ruang, jarak, tekstur, dan garis memungkinkan Kita bisa memberikan penekanan yang efektif.
6)      Perhatikan keseimbangan komposisi antara visual-visual dan visual-kata kalimat. Adanya keseimbangan tersebut akan menciptakan suatu desain yang menarik. Keseimbangan komposisi terdiri dari dua jenis yaitu formal dan informal. Keseimbangan formal diidentifikasikan oleh adanya garis yang memotong tengah-tengah ruang yang tersedia pada transparansi sehingga terbagi menjadi dua bagian sama besar. Hal ini seolah-olah memperlihatkan setengah sisinya adalah refleksi dari setengah bagian yang lainnya. Kita dapat menggunakan keseimbangan ini sepanjang memang dimungkinkan. Namun jika terlalu banyak memakainya, akan terasa monoton sehingga kita perlu mengombinasikannya dengan keseimbangan informal. Sedangkan keseimbangan informal merupakan rancangan yang asimetris, artinya penempatan grafis tidaklah kaku sehingga menimbulkan kesan dinamis dan lebih menarik perhatian audiensi. Karenanya, keseimbangan ini lebih memerlukan imajinasi dan keberanian kita dalam merancangnya. Keseimbangan informal bisa berbentuk asimetris atau diagonal. Sedangkan untuk penyusunan judul memerlukan ketelitian dalam menempatkan huruf-hurufnya.
7)      Ciptakan suatu desain sebagai suatu satu kesatuan. Satu kesatuan adalah hubungan yang ada di antara banyak elemen dari sebuah rancangan dan kesemuanya dianggap mendukung satu sama lain. Satu kesatuan dapat dicapai dengan cara memberikan tkita panah, garis, warna, tekstur, jarak, ruang, dan sebagainya. Sebagai contoh coba tempatkan beberapa bentuk lingkaran dalam desain kita sehingga terdapat ruang kosong di luar kumpulan lingkaran-lingkaran tersebut. Dalam prinsip dasar seni, garis-garis perpotongan di antara bentuk-bentuk tersebut akan mempersatukan sebuah rancangan. Begitu pula apabila kita ingin mempersatukan ide dengan menggunakan bentuk-bentuk geometri lainnya seperti oval, atau empat persegi panjang, tumpang tindihkan satu sama lain sehingga garis-garis lingkaran tersebut saling memotong. Bentuk-bentuk geometri akan nampak secara keseluruhan.
8)      Pastikan arah dan tujuan yang jelas dari desain yang kita buat. Perhatikan tujuan yang telah: dibuat sebelum kita membuat apa pun di atas transparansi.
9)      Ciptakan keharmonisan semua elemen atau komponen tata letak desain. Usahakan elemen yang ada bisa saling melengkapi dan hindari adanya elemen yang saling bertentangan. Organisasikan dan rangkaikan elemen-elemen tersebut ke dalam suatu pola yang mudah dilihat, diikuti, dan dimengerti oleh siswa. Perhatikan dengan seksama apakah organisasi yang dibentuk sudah dapat mengarahkan mereka.
10)  Gunakan chart, bagan, gambar foto bila memungkinkan agar bisa mengurangi jumlah tulisan. Kita dapat menggunakannya ketika kita akan menjelaskan tentang:
a.       Proses, prosedur, siklus, fakta, data, data perbandingan, bagan alur(flow chart), tabel matriks, daftar grafik, (balok, cakram, koordinat,kurva);
b.      Hubungan ruang-peta;
c.       Hubungan dalam struktur-bagan, diagram, skema;
d.      Hubungan waktu-jadwal-gannt chart;
e.       Hubungan keluarga-bagan silsilah.

2.4  Teknik Dasar Pembuatan dan Penyajian Perangkat Lunak Overhead Transparency (OHT)
Bila ingin mulai memproduksi suatu transparansi maka banyak hal yang harus dipertimbangkan agar betul-betul siap melakukannya. Hal ini sangat penting bagi siapa saja yang akan melakukannya Beberapa hal penting yang patut diperhatikan antara lain:
1.      Tujuan
Hakikat suatu tujuan perlu dijelaskan dengan akurat. Artinya apa yang kita harapkan dari siswa setelah mengajar harus gamblang disebutkan. Pembuatan suatu tujuan harus tetap kepada persyaratan tujuan yang baik, yaitu mengandung unsur ABCD (Action, Behavior, Condition, Degree atau Stkitard).
2.      Siswa
Pengenalan siswa mutlak diperlukan terutama dari ciri-ciri atau karakteristik, pengetahuan dan keterampilan awal yang mereka miliki dalam hubungannya dengan pengajaran Kita.
3.      Biaya
Bila kita memproduksi transparansi tanpa bantuan dana dari tempat kerja atau organisasi kita sendiri maka selayaknya perlu dipertimbangkan matang-matang ketersediaan uang yang kita miliki. Namun bila kita memperoleh anggaran dari organisasi maka kita harus mampu mempertanggungjawabkan secara tertulis setiap pengeluaran yang dilakukan.
4.      Tenaga teknis
Perlu atau tidaknya bantuan dari orang lain atau seorang tenaga ahli tergantung kepada kemampuan yang kita miliki, anggaran yang tersedia, sedikit atau banyaknya desain yang harus diproduksi, dan tingkat kesulitan desain transparansi kita. Jika kita memerlukannya maka tentukanlah keahlian mereka yang diperlukan, seperti ahli grails, juru gambar dan sebagainya untuk rancangan-rancangan yang sulit dan rumit atau mungkin asisten lainnya yang bisa memperlancar tugas kita.
5.      Peralatan
Kebutuhan peralatan tergantung kepada hasil transparansi yang diperoleh. Apabila kita hanya membutuhkan selembar desain dan produk transparansi yang hanya akan digunakan sekali saja mungkin kita tidak perlu memanggil seorang ahli grafis untuk merancangnya. kita mungkin cukup membeli spidol berwarna dan penggaris untuk menghasilkan suatu transparansi yang menarik. Tetapi jika kita merencanakan untuk menghasilkan serangkaian transparansi yang akan digunakan berkali-kali dan dalam jangka waktu lama maka tentu kita harus mempersiapkan berbagai peralatan dan fasilitas yang memadai untuk menghasilkan produk yang terbaik. Mungkin kita harus melibatkan seorang ahli grafis dan seperangkat komputer yang siap membantu menyelesaikan pekerjaan kita. Mungkin juga kita memerlukan seorang ahli materi untuk diajak berdiskusi tentang materi yang akan kita sampaikan melalui transparansi.
Agar mendapatkan hasil yang profesional, siapkanlah sekaligus peralatan yang diperlukan dalam membuat rancangan agar kita terbiasa bekerja dengan peralatan dasar tersebut. Beberapa perlengkapan tersebut antara lain:
a.       Penggaris T-Square
Alat ini diperlukan untuk membuat garis-garis sejajar yang rapi dan lurus. Alat ini bisa dipakai dengan baik apabila kita menggunakan meja yang bertepi lurus atau meja gambar yang biasanya digunakan oleh para arsitek. Meja tersebut digunakan sebagai alas bekerja untuk membuat sudut-sudut horizontal.
b.      Penggaris panjang dan penggaris segitiga
Peralatan ini digunakan untuk membuat garis-garis vertikal, horizontal dan diagonal. Ada beberapa macam segitiga di antaranya 30-60, 45, dan segitiga yang bisa diatur sudutnya antara 0-90. Sedangkan penggaris panjang umumnya sama, yaitu memiliki paling tidak dua satuan ukuran: sentimeter dan inci. Soal panjang penggarisnya terserah pada kebutuhan kita. Tapi biasanya kalau kita bekerja untuk mendesain transparansi, kita hanya memerlukan penggaris dengan panjang 30 sentimeter atau kurang.
c.       Pelengkung garis
Kompas atau jangka adalah alat pembuat garis lengkung dan lingkaran" yang dilengkapi dengan pensil atau penggantinya seperti ballpoint, spidol dan sebagainya. Kita agak sulit menggunakan alat ini pada transparansi karena ujung jangka yang tajam dapat merusak plastik. Untuk mengatasinya, kita bisa menggambar terlebih dahulu di atas kertas tebal kemudian guntinglah menurut garis yang sudah dibuat. Setelah Kita mendapatkan potongan lingkaran atau lengkungan tersebut, pindahkan ke atas transparansi dan jiplaklah dengan menggunakan spidol / felt fens atau alattulis lain yang dapat dipakai di atas transparansi. Alat yang lebih sederhana dan praktis dalam menggambar garis-garis tersebut adalah template yang terbuat dari bahan plastik transparansi. Dengan menggunakan alat ini Kita tidak hanya mendapatkan garis-garis lengkung dan lingkaran tetapi juga berbagai ukuran elips, gambar-gambar yang melingkar-lingkar dan sebagainya. Dengan alat ini kita hanya menjiplaknya langsung ke atas permukaan transparansi.
d.      Pensil
Alat tulis ini biasanya digunakan untuk membuat coretan-coretan atau rancangan yang akan diproduksi dengan thermal copier. Tidak semua jenis pensil bisa mendapatkan hasil yang baik di dalam proses tersebut. Hal itu disebabkan banyaknya jenis dan tingkat ketebalan serta zat karbon yang dikandungnya. Tingkat ketebalan dari pensil biasanya diberi kode sebagai berikut.
Lembut      : 6B, 5B, 4B, 3B
Menengah : 2B, HB, F, 2H, 3H
Keras                     : 4H-9H
Untuk membuat coretan-coretan di atas kertas sebaiknya dipilih jenis pensil yang lembut, sedangkan pensil yang lebih keras dapat digunakan apabila rancangan Kita..memang sudah betul-betul tidak ada perubahan. Tinta hitam dapat membantu menebalkan garis-garis yang dibuat pensil tersebut untuk menguatkan rancangan yang akan dipindahkan ke transparansi. Pensil yang ujungnya tajam kiranya jauh lebih baik digunakan daripada yang tumpul.
e.       Karet penghapus
Jenis karet penghapus yang lembut akan dapat membersihkan garis-garis pensil dengan baik dan bersih. Bentuk, warna, dan besarnya sangat beraneka ragam. Oleh karenanya cobalah di kertas lain sebelum digunakan. Beberapa jenis karet penghapus dibuat khusus untuk membersihkan goresan tinta dan debu yang menempel di kertas. Jenis ini biasanya lebih kasar daripada jenis yang lainnya. Dan tentunya cara menggosoknya juga berlainan.
f.       Cairan penghapus
Berbagai merek tersedia di pasaran seperti merekj Tipp-Ex' Bila Kita menggunakan cairan ini sebaiknya tidak langsung menggunakan hasil akhir desain sebagai master. Tapi buatlah terlebih dulu fotokopinya dan hasilnya itu dibuat sebagai master yang akan diproses ke thermal copier.
g.      Spidol
Faktor yang tidak kalah penting dalam memproduksi transparansi secara langsung adalah menentukan pena sebagai alat tulis dan gambarnya. Kesalahan dalam memilih pen akanjapat mengakibatkan hasil yang kurang memuaskan. Ada dua macamfelt pens: permanen dan bukan permanen. Tipe pen permanen adalah jenis tertMrmrtuk membuat transparansi dengan cara ini karena tinta tipe tersebut tidak akan "mengembang" apabila sudah kering.
Untuk menentukan apakah pena yang akan Kita gunakan tersebut permanen atau bukan dapat diperiksa dengan cara:
a.       membaca deskripsi pada pena tersebut
b.      mencium bau ujung pena tersebut. Jika permanen maka baunya seperti cairan pembersih. Usahakan agar selalu mencoba pena sebelum menggunakannya.
6.      Fasilitas
Hal ini termasuk berbagai pendukung yang kita butuhkan walaupun segala keperluan pembuatan grafis sudah terpenuhi. Beberapa fasilitas yang akan disebutkan di bawah ini memang untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan. Adapun fasilitas yang mungkin kita butuhkan antara lain:
a.       Tenaga listrik
Sumber listrik membantu kita memperlancar proses produksi terutama apabila kita menggunakan thermal copier, komputer, meja kaca berlampu, dan bekerja di ruangan. Bila tenaga listrik tidak tersedia, kita perlu memiliki alternatif lain agar produksi tetap dapat dilakukan. Produksi transparansi secara langsung (tanpa menggunakan thermal copier atau komputer) adalah alternatif yang baik dengan tetap mengindahkan prinsip-prinsip dasar perancangan.
b.      Kertas dan karton
Kertas merupakan bahan penting dalam menuangkan ide kita. Di samping itu, bahan tersebut dan karton dapat dimanfaatkan dalam teknik gunting-tempel dan teknik revelasi karena kedua teknik ini memang memerlukan bahan yang tidak tembus pkitang dan cahaya. Warna kertas dan karton tidaklah menjadi masalah dalam kedua teknik ini asalkan kondisinya tetap rata dengan permukaan transparansi serta bersih dari debu dan minyak.
c.       Thermal copier
Periksalah apakah mesin tidak mengalami kerusakan. Periksa pula sumber listriknya, tingkat panas yang dihasilkan, dan tingkat voltage (110 atau 220 V).
d.      Komputer
Bila kita memiliki kecakapan dalam memakai komputer serta perangkat lunak yang berkaitan dengan pembuatan grafis maka manfaatkanlah mesin canggih ini dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan memproduksi transparansi.
e.       Waktu yang tersedia
Kesibukan kita sehari-hari dan urusan pekerjaan lainnya yang menyita banyak waktu menyebabkan kita merasa keberatan jika waktu luang yang tersisa harus sering dihabiskan untuk memproduksi transparansi. Jika kendala tersebutterjadi maka kita harus mencari alternatif lain dalam memenuhi kebutuhan mengajar kita.

3        Teknik Produksi OHT
Overhead transparency dapat diproduksi dengan berbagai metode dan teknik. Pada prinsipnya kita mengenal dua macam teknik umum untuk menghas, kan suatu transparansi, yaitu Teknik Pembuatan Secara Langsung dan Teknik Pembuatan Secara Tidak Langsung. Namun apapun metode yang kita gunakan hanya ada satu aturan dasar yang berlaku untuk semua teknik yang kita harus yakini bahwa bahan visual dapat dilihat dan dibaca dengan baik apabila transparansi tersebut diproyeksikan.
1.      Teknik Pembuatan Secara Langsung
Ada dua cara utama dalam memproduksikan transparansi, yaitu dengan cara langsung dan tidak langsung. Cara langsung adalah menuliskan dan menggambarkan seketika pada saat kita mengajar di depan kelas.
Cara ini dapat kita gunakan apabila kita menggunakan write on film, jenis ini khusus menghasilkan transparansi tanpa bantuan mesin atau plastik berbentuk  gulungan.  Transparansi  dalam   bentuk   "roll  film"  tersebut fungsinya hampir sama dengan  papan  tulis  atau  white board,  yaitu menuliskan materi yang disajikan saat itu juga di atas transparansi kita tidak menemukan jenis plastik seperti yang ada di pasaran, kita dapat pula menggunakan plastik bening yang biasa digunakan untuk taplak meja di rumah. Pada prinsipnya, semua plastik bening dapat dipakai untuk memproduksi transparansi buatan tangan langsung. Cara langsang seperti ini biasanya menimbulkan rasa bosan bagi siswa sebab pengajar berbicara secara monoton sambil menulis.
2.      Teknik Pembuatan Secara Tidak Langsung
Teknik secara tidak langsung relatif beragam cara pembuatannya yaitu mulai dari yang paling mudah dan sederhana hingga yang paling sulit dan kompleks serta melibatkan peralatan canggih. teknik termudah dan sederhana adalah dengan menuliskan atau menggambar di atas lembar plastik transparansi bening atau plastik biasa untuk penutup meja. Teknik pembuatan seperti ini dikenal dengan istilah Write-On. Untuk menulis konsep pesan di atas transparansi dapat menggunakan spidol warna yang bersifat permanen. Bila kita menggunakan teknik ini maka kita dituntut mampu menggambar dan menulis yang baik dan dengan peralatan yang memadai. Transparansi dalam bentuk write-on berukuran 265 x 210 mm. Dengan menggunakan transparansi berarti kita dapat mempersiapkan materi yang lebih baik dan sistematis sebelum disajikan kepada siswa.
Di samping itu siswa dapat menghemat waktu karena selama mengajar Kita tidak harus terus-menerus menulis. Mengembangkan OHT dengan cara tidak langsung sangat membantu Kita yang tidak dapat menulis atau menggambar dengan baik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik tidak langsung, yaitu:
a.       Thermal transparencies (thermo fax)
Mesin thermal fotocopy adalah alat yang dapat memproduksi transparansi dengan cara yang sangat cepat dengan hasil yang sangat baik. Karena alat ini sangat sensitif, transparansi tidak boleh terlalu lama diletakkan di dalamnya. Jika kita memproses transparansi di dalamnya dalam jangka waktu lama di luar ketentuan normal maka transparansi akan dapat berubah warnanya menjadi hitam. Oleh karena itu perhatikanlah ketentuan yang harus dipatuhi agar transparansi kita menampilkan kejernihan dan kejelasan.
Thermofax banyak ditemukan di kantor-kantor yang membutuhkannya, yaitu thermofax 3M-Secretary. Alat ini menyediakan beberapa jenis film yang berbeda-beda tentang efek visualnya seperti kemanapun menimbulkan garis hitam yang sangat jelas, ada yang memberi kesan berwarna, dan ada yang mampu menampilkan garis hitam di atas latar belakang yang berwarna.
Transparansi yang dihasilkan oleh mesin thermofax bersifat permanen dan tidak mudah terhapus. Untuk membuat transparansi dengan menggunakan mesin ini kita terlebih dahulu harus menyediakan bahan orisinal yang telah dirancang pada selembar kertas HVS. Sumber orisinal bisa juga berasal dari buku, leaflet, brosur, surat kabar, majalah, atau sumber-sumber lainnya. Sumber tersebut kemudian difotokopi dan hasilnya harus bersih dan hitam. Bila telah siap nyalakan mesin thermofax, tunggu sebentar hingga waktu tertentu sesuai dengan petunjuk. Sambil menunggu mesin, kita siapkan plastik transparansi yang disebut dengan "infrared transparency". Kemudian letakkanlah gambar asli yang telah dirancang di atas kertas HVS tersebut, Masukkan semua bahan tersebut ke arah yang benar di dalam mesin thermofax, Perhatikan bahan transparansi terletak bagian atas dan sudut serong transparansi harus berada di ujung kanan atas. Langkah selanjutnya mengatur tebal tipisnya gambar dan memperhatikan jarum penunjuk ketebalan yang dapat diatur sesuai dengan keinginan atau kebutuhan. Masukkan hasil fotokopi kertas orisinal dan lembaran film transparansi dengan arah yang benar ke dalam mesin. Tunggu sebentar dan kita akan melihat hasilnya, yaitu informasi yang terdapat pada fotokopi orisinal yang kita miliki ini telah tercetak pada lembaran transparansi.
 Cara Iain dalam mendapatkan masternya, kalau Kita tidak menemukan mesin fotokopi, bisa dengan cara seperti di bawah ini.
1)      Menyobeknya langsung dari sumber seperti dari buku, majalah, atau surat kabar atau sumber-sumber Iain yang mengandung karbon.
2)      Menjiplak dari sumber dengan menggunakan pensil 2B atau tinta hitam.
b.      Penambahan warna
Hasil transparansi yang diproses dengan thermal copier dapat ditambah warna dengan cara:
1)      Menggunakan felt-tipped pen berwarna. Teknik penggunaannya dapat Kita ikuti pada cara membuat transparansi dengan tangan langsung yang telah Kita pelajarillebih dulu.
2)      Menggunakan film adhesif berwarna, yaitu lembaran tunggal film transparan tipis dan berwarna di mana salah satu permukaannya mengandung perekat yang dapat dipergunakan untuk memberi warna pada transparansi film yang sudah siap dipakai.
c.       Foto copier transparency film
Transparansi menjadi semakin lebih populer sejak transparansi dapat diproses melalui fotokopi dengan kecepatan yang sama seperti thermofax machine. Saat ini banyak perusahaan yang khusus menjual mesin fotokopi yang bisa memindahkan dan memproses suatu gambar atau tulisan ke dalam plastík transparansi. Jenis mesin fotocopy yang telah banyak beredar di Indonesia adalah mesin yang memproduksi warna hitam-putih. Mesin fotokopi berwarna masih termasuk langka karena harganya sangat mahal termasuk perawatannya.
Sebelum memasukkan lembaran transparansi dan mencetak pesan
atau informasi dengan menggunakan mesin fotokopi Kita terlebih 
dulu harus menyiapkan rancangan pesan atau art work. Rancangan
tersebut disiapkan terlebih dulu sebelum diproyeksikan.
d.      Computer-printed transparencies (computer-generated)
Memproduksi transparansi dengan komputer semakin hari semakin meluas apalagi saat ini harga mesin komputer semakin murah, perangkat lunaknya pun telah diproduksi besar-besaran dan banyak tersedia di pasaran umum. Karena kemudahan menggunakannya menyebabkan banyak orang yang memanfaatkan teknologi ini untuk menghasilkan suatu desain dan hasil akhir suatu pesan di atas transparansi. Salah satu keuntungan dari computer printed transparencies adalah kelenturannya yang besar terhadap daya cipta grafis, beragamnya jenis dan ukuran huruf yang tersedia, ke mana pun efek-efek khusus, dan berbagai kreasi huruf yang istimewa.
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, komputer merupakan mesin baru yang mampu membantu dan menghasilkan suatu desain tata letak transparansi dengan cepat dan mudah. Apabila kita menguasai beberapa  program yang memang dibuat untuk merancang grafis maka Kita tidak perlu menghadapi kesulitan seperti merancang dengan cara-cara konvensional.
Beberapa kelebihan pokok komputer dałam hubungannya dengan  penyelesaian rancangan kita adalah:
1.      Mempercepat waktu produksi
Dengan hanya menyediakan perangkat lunak (software) khusus untuk mendesain grafis maka dałam beberapa menit saja Kita sudah dapat menghasilkan tata letak rancangan Visual sederhana yang paling tidak sama mutunya dengan apabila kita mengerjakannya secara manuał.  Kebutuhan waktu untuk menyelesaikan suatu desain tergantung kepada kerumitan dan prosedur pembuatan yang digunakan. Dan dengan menggunakan komputer maka kita dapat menghemat waktu dan biaya produksi.
2.      Mudah memperbaiki desain
Coba kita ingat bagaimana caranya menghapus satu huruf dałam kata   "dissket" menjadi ”disket' dałam desain kita yang dibuat dengan tinta, spidol, atau huruf gosok. Usaha perbaikan tersebut pasti memerlukan waktu cukup banyak apalagi kalau kata tersebut berada di tengah-tengah satu kalimat. Kesulitan tersebut tidak dialami jika Kita menggunakan komputer dałam merancangnya. Hanya dengan menekan beberapa tombol pada papan ketik (keyboard), kita sudah dapat merevisinya dałam beberapa detik saja.
3.       Menghemat waktu desain
Komputer mampu menyajikan pilihan-pilihan tata letak, elemen-elemen yang diperlukan, tekstur, ketebalan garis, jenis huruf dan masih banyak lagi. Dengan demikian seorang perancang dapat dengan mudah, cepat, dan tepat menentukan elemen yang paling sesuai untuk rancangannya.
4.      Menghemat tempat penyimpanan
Ratusan rancangan dapat disimpan secara elektronik di dalam komputer atau disket kerja Kita dengan mudah dan cepat. Ini berarti kita tidak perlu lagi khawatir kehilangan master.
e.       Cara cepat menghasilkan transparansi
Sering kali cara tidak langsung merupakan suatu cara yang terbaik dalam mempersiapkan materi transparansi sebelum pelajaran dimulai. Salah satu cara yang kerap kali dipakai dalam menggunakan cara tidak langsung adalah dengan menjiplak. Cara menjiplak dapat dikatakan tidak memerlukan suatu alat bantu mesin, sedikit biaya, dan tanpa harus tergantung kepada seorang ahli grafis. Jika Kita dapat memanfaatkan teknik menjiplak tersebut maka Kita dapat menghasilkan transparansi yang cukup baik.
Menjiplak gambar secara langsung ke transparansi merupakan cara yang mudah untuk menghasilkan sebuah transparansi. Semua gambar dapat dijiplak dengan syarat Kita harus sabar dalam melakukannya apalagi gambar-gambar yang memiliki lekuk-lekuk yang detail dan rumit. Sumber-sumber atau bahan-bahan yang dapat dijiplak sangat berlimpah di sekitar Kita. Hanya saja kita harus dapat menentukan bahan-bahan apa saja yang cocok dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Sumber-sumber tersebut antara Iain:
1)      buku komik;
2)      iklan-iklan di surat kabar, atau majalah;
3)      poster;
4)      ilustrasi dari buku-buku teks;
5)      majalah anak-anak;
6)      atlas;
7)      brosur-brosur;
8)      atau buku-buku ilustrasi yang memang sengaja dibuat untuk dijiplak.
Kalau Kita sudah menemukan gambar yang akan dijiplak, letakkan gambar tersebut di bawah plastik transparansi yang masih kosong dan jernih. Hati-hati dengan sidik jari Kita karena biasanya sidik jari yang menempel di plastik akan meninggalkan semacam minyak. Jika hal ini terjadi maka alat tulis yang akan digunakan untuk menjiplak sukar bekerja. Gunakan penjepit untuk menyatukan gambar dengan transparansi agar posisi keduanya tidak berubah-ubah selama proses penjiplakan berlangsung.
Mulailah sekarang menjiplak gambar tersebut. Biasanya gambar dijiplak  dalam bentuk garis-garis hitam kalau menggunakan tinta hitam atau felt pen hitam, atau bisa juga berupa garis-garis yang berwarna lain kalau menggunakan felt pen berwarna. Setelah selesai menjiplak, kita dapat menambahkan warna-warna Iain jika dibutuhkan. Kalau kita ingin mglakukannya disarankan tidak menambah warna yang serupa dengan warna garis-garis gambar untuk menghindari rusaknya gambar yang kita buat. Apabila kita ingin menambahkan warna dengan felt pen, kita dapat menggunakan teknik-teknik, antara lain:
1)      Memberi garis warna sepanjang garis gambar Kita yang berwarna;
2)      Memberi titik-titik;
3)      Menggunakan pena berwarna kuning untuk menambah tekanah terhadap sebuah caption dengan cara memberi bayangan di sekeliling caption tersebut.
Apabila mewarnai bidang yang besar, gunakan gerakan melingkar dengan pen tersebut. Jangan memberi warna bidang tersebut lebih dari satu kali sebab jika Kita melakukannya maka warna akan nampak lebih gelap. Warna terang terlihat lebih enak dilihat daripada warna-warna gelap.
f.        Cara langsung ditulis tangan
Sering kali kita tergesa-gesa dalam memproduksi transparansi karena keterbatasan waktu yang ada. Dengan demikian Kita tidak bisa menggunakan bahan-bahan huruf dan grafis tersebut di atas. Sebagai penggantinya kita bisa langsung menuliskan materi dan membuat grafis dengan pen secara langsung ke transparansi. Untuk menghasilkan kualitas hurufyang lebih baik, kita dapat mengikuti petunjuk-petunjuk berikut ini.
1)      Gunakan kertas bergaris dan letakkan di bawah transparansi yang akan Kita tulis. Gunakan garis-garis yang ada tersebut sebagai pedoman Kita dalam menulis agar tulisan tetap rata dan sama besar.
2)      Jangan coba-coba meniru huruf-huruf profesional yang Kita temukan di majalah atau brosur karena keterbatasan waktu Kita tersebut.
3)      Buatlah huruf dengan pen atau spidol dengan cara menarik pen dari atas   ke bawah. Dengan cara demikian Kita dapat lebih Mengontrol tangan Kita daripada kalau menarik pen dari bawah ke atas,
4)      Jangan menggunakan penggaris untuk membuat huruf. Cobalah membuat huruf dengan gaya sendiri yang mudah dibaca. Latihlah sehingga Kita dapat menuliskannya dengan cepat dan di kemudian hari tidak lagi memerlukan alat bantu apapun.
Pedoman di atas tidak lepas dari ketentuan komposisi kalimat yang harus bisa dibaca dari tempat duduk siswa Kita yang berjarak jauh, yaitu tulisan di transparansi satu barisnya tidak lebih dari 20 huruf, serta tersusun ke bawah tidak lebih dari 7 atau 8 baris.
g.      Memperbaiki Penampilan dalam Menggunakan OHP
Melakukan suatu presentasi dengan OHP tidaklah sulit namun Kita perlu sedikit latihan dan memerlukan beberapa tips yang dapat membantu. Di sini dikemukakan hal-hal penting yang patut Kita perhatikan.
Ada dua prosedur yang dapat Kita ikuti dalam menggunakan OHP mulai dari tahap perencanaan dan persiapan kegiatan-kegiatan yang mendahului presentasi. Pertama, Kita harus mengembangkan unit-unit presentasi. Kemudian kedua, Kita harus memilih bahan-bahan presentasi yang membantu pencapaian tujuan atau objektif dari unit pelajaran atau presentasi, dan pencapaian kebutuhan serta minat para siswa. Oleh karena itu agar OHP dapat digunakan secara efektif, penggunaannya harus cocok dengan kebutuhan materi presentasi. Bahan-bahan yang diproyeksikan hendaknya memenuhi kriteria berikut:
1)      adanya tujuan umum dan tujuan khusus dari presentasi;
2)      memberikan pengalaman nyata;
3)      membangkitkan motivasi dan minat;
4)      mengembangkan keteraturan berpikir;
5)      memperjelas arti dan kata-kata baru (jika ada);
6)      memberikan variasi dalam belajar;
7)      menghemat waktu presentasi;
8)      memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak dapat diperoleh dengan baik oleh media lain;
9)      diusahakan agar selalu baru dan sesuai dengan kondisi saat itu;
10)  dipresentasikan dengan susunan yang masuk akal;
11)  diusahakan jelas, logis, singkat, mudah dibaca, dan atraktif.
Tahap-tahap tersebut nampaknya mudah dan sederhana tetapi apabila Kita mengabaikan salah satu di antaranya maka ada kemungkinan Kita akan menghadapi kesulitan dalam pelaksanaan. Kesulitan yang timbul dapat mengakibatkan terganggunya kelangsungan penyajian.
h.      Preview
Di dalam memilih bahan-bahan presentasi perlu diperhatikan benarbenar isi dan kualitas bahan-bahan yang Kita pilih. Bila Kita menemukan transparansi yang cocok dengan tujuan Kita maka Kita perlu memeriksa kembali kualitas perangkat lunak tersebut dengan menggunakan OHP secara langsung. Dengan demikian Kita bisa melihat apakah tulisan dan grafis masih bisa dibaca dengan baik.
i.        Latihan Penyajian
Seseorang yang belum terbiasa menyajikan pengajaran atau presentasinya di depan siswa sering mengalami kesulitan dalam mengendalikan mereka dan dirinya sendiri. Kadang-kadang presenter senior pun mengalaminya apabila dia belurn, akrab dengan materi atau media pendukungnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di depan siswa Kita, maka sebaiknya Kita mempersiapkan terlebih dulu di belakang 'panggung'. Beberapa cara dapat Kita tempuh untuk mengatasinya antara lain, pertama, Kita bisa berlatih sendiri di kamar atau di suatu ruangan dengan bantuan cermin besar. Dengan cara tersebut Kita bisa melihat penampilan diri Kita sendiri dan langsung menilai kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki. Jalan lain yang bisa Kita ambil adalah berlatih di depan teman-teman Kita sendiri apabila mereka bersedia membantu Kita.
Cara ini dapat memberikan umpan balik yang baik terhadap penampilan Kita. Bantuan media dapat pula dilakukan dalam melatih suara dan tekanan-tekanannya, dan gerak-gerik badan Kita selama latihan. Pada suku-suku daerah tertentu, dialek bahasa mereka masih mewarnai intonasi suara dan bahasa Indonesia yang mereka gunakan. Tentunya kebiasaan ini sulit dihilangkan. Namun Kita bisa menguranginya sedikit demi sedikit dengan cara mengontrol diri sendiri secara ketat. Gunakanlah alat perekam suara untuk mempercepat proses pengalihan yang Kita inginkan.
Cara terakhir yang agak mahal adalah dengan menggunakan kamera video yang digunakan sebagai pengontrol latihan Kita. Dengan kamera ini Kita lebih dapat menentukan waktu yang diperlukan dalam suatu penyajian sehingga di dalam prakteknya nanti, penyajian Kita bisa selesai tepat pada waktunya. Cara-cara tersebut di atas. mungkin tidak perlu dilakukan apabila Kita sudah terbiasa dengan materi dan alat bantu media yang digunakan. Juga bagi mereka yang sudah puluhan tahun mengajar dan biasa memberikan penyajiannya di depan orang banyak. Namun alangkah lebih baik apabila  mereka tetap memperhatikan ketepatan waktu penyajiannya. Perlu juga diperhatikan penggunaan materi dan transparansi yang masih baru pertama kali digunakan.

j.        Mempersiapkan Ruangan
Ruangan apapun yang akan Kita pergunakan (kelas, ruang diskusi, auditorium dan sebagainya) perlu dipersiapkan terlebih dulu demi kepentingan Kita sendiri. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mendukung kesuksesan penyajian materi sehubungan dengan hal tersebut antara Iain tempat duduk yang nyaman, pengatur udara, penerangan, sumber tenaga listrik, letak pintu dan jendela. Sedikitnya, Kita harus memeriksa peralatan dalam keadaan siap pakai dan harus mengatur fasilitas tersebut sehingga dapat melihat dan mendengar dengan baik. Sebaiknya sebelum menggunakan OHP di dalam kelas, Kita harus l) memeriksa kembali ruang kelas sehingga mereka akan dapat melihat proyeksi di layar dengan jelas; 2) periksa fokus proyektornya; 3) sediakan selalu bola lampu cadangan.
k.       Mempersiapkan Siswa Menerima Materi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa apa yang berhasil dipelajari dari suatu penyajian tergantung pada bagaimana siswa dipersiapkan untuk penyajian tersebut. Persiapan itu termasuk 'pemanasan' dari materi yang akan diberikan, seperti penjelasan garis besar isi penyajian, pemberian motivasi, dan mengarahkan perhatian mereka terhadap aspek khusus dari penyajian tersebut.
l.        Penyajian Materi
Pada tahap ini kita diibaratkan seorang aktor atau pemeran utama di suatu panggung yang akan memainkan peranan di depan khalayak penonton. Fungsi kita berdiri atau duduk di depan siswa adalah sebagai penyampai pesan atau informasi yang telah dipersiapkan. Dengan demikian kita berfungsi sebagai medium penting yang harus menyalurkan isi materi kepada siswa.

Beberapa usaha penting yang perlu dilakukan agar kita sukses sebagai pemeran utama di depan mereka antara Iain:

1.       Posisi Badan
Cara terbaik posisi kita adalah berhadapan muka penuh dengan para Siswa atau peserta. Jika Kita membelakangi mereka terlalu lama akan dapat berakibat buruk bagi penyajian Kita. Biasanya posisi ini terjadi apabila Kita menggunakan papan tulis sebagai alat bantu utama dalam penyajiannya.
2.      Gerakan-gerakan Badan
Setiap gerakan yang kita lakukan di depan kelas atau ruangan akan menarik perhatian mata mereka. Hal itu bisa mengganggu konsentrasi apabila kita melakukan sesuatu gerakan yang tidak relevan dengan topik yang sedang dibicarakan. Misalnya mengetuk-ngetuk meja, menggoyang-goyangkan kaki pada waktu duduk, dan sebagainya. Oleh karena itu usahakan supaya gerakan-gerakan badan kita tidak mengganggu perhatian mereka. Alangkah lebih baik bila gerakan-gerakan kita bisa berfungsi membantu penjelasan selama penyajian. Posisi badan dan gerakan yang menghalangi proyeksi gambar pada layar
3.      Sikap Santai/Rileks
Suasana santai dan tidak kaku dapat membantu kelangsungan penyajian dengan baik. Selingan-selingan humor dapat mengarahkan ke suasana tersebut, Arah humor harus tetap pada situasi penyajian dan berjalan seperti apa adanya, artinya Kita tidak memaksakan keadaan seperti itu. Humor yang  bersifat mengejek salah seorang Siswa Kita atau mengarah pada SARA (Suku, Agama, Rasial, dan Antar Golongan) harus dihindari. 
4.      Pengendalian Perhatian
Kontak mata dengan siswa sangat membantu kita dalam mengontrol suasana penyajian. Keuntungan besar dari OHP adalah kita bisa tetap menjaga kontak mata dengan siswa selama penyajian karena, seperti diketahui, kita berada di depan ruangan yang cukup cahaya bersama-sama dengan OHP tersebut. Kontak seperti itu lebih sulit dilakukan bila Kita menggunakan media slides atau filmstrip,
Selain usaha tersebut di atas, ada dua teknik lain yang dapat digunakan untuk mengarahkan dan mengontrol perhatian siswa. Pertama, gunakan tombol on dan off. Bila proyektor dinyalakan dan sebuah transparansi diproyeksikan ke layar maka perhatian Siswa cenderung diarahkan ke layar tersebut. Sebaliknya kalau dimatikan maka perhatian mereka kembali keþada gerakan dan penyajian kita yang diselingi oleh perhatian mereka terhadap teman yang lain, atau oleh catatan dan buku mereka. Teknik kedua menyangkut penggunaan alat penunjuk untuk mengarahkan perhatian siswa selama kita menyalakan proyektor. Hal ini penting selama kita sedang menjelaskan hal-hal yang spesiflk yang sedang kita jelaskan tersebut. Sebagai contoh, jika kita sedang memproyeksikan sebuah transparansi yang berisi selembar formulir pendaftaran dan harus menjelaskån bagaimana cara pengisiannya serta informasi apa saja yang diperlukan dalam melengkapinya, maka kita perlu menggunakan alat penunjuk seperti pensil atau ballpoint. Letakkan ujung alat penunjuk tersebut tepat pada sisi kiri hal yang dijelaskan tersebut dan hati-hati jangan sampai menutupi bagian-bagian lain yang penting. Pensil dan pulpen sangat baik digunakan dalam tujuan ini sebab memiliki bagian yang runcing di ujungnya dan bersifat tak tembus cahaya. Bisa juga dibuat alat penunjuk berwarna kalau kita memang menginginkannya. Caranya adalah dengan menempelkan segitiga kecil berwarna yang transparan pada sebuah batang kecil seperti kawat kecil yang lurus dan ramping. Kalau kita buat seperti itu maka yang akan nampak di layar adalah seperti anak panah yang berwarna pada ujungnya. Ini seperti yang disebutkan di Kegiatan Belajar Pertama ini yaitu suatu keuntungan media overhead proyektor.
Jangan membuat kesalahan kecil seperti terlalu seringnya membalikkan badan dan membelakangi mereka sambil membaca pesan melalui layar. Ini akan menyebabkan perhatian mereka terganggu dan menurun. Kita boleh saja melihat ke layar sekiranya Kita rasakan adanya gangguan seperti tingkat kefokusan gambar, pergantian transparansi, gangguan layar, dan sebagainya yang memang diperlukan.


DAFTAR RUJUKAN
Sadiman, Arief S dkk. 2011. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan   Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Setiawan, Deni dkk. 2011. Komputer dan Media Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar